Dalam rangka menghindari adanya permasalahan pada siswa terkait Bullying, Kenakalan remaja, diperlukan adanya latihan assertif untuk menanamkan rasa tegas dan tidak ikut ikutan pada ajakan yang tidak baik oleh temannnya. Melalui Program PkM oleh Dr. Abdul Saman, M.Si Kons dilaksanakan di SMKN 10 Makassar bertujuan untuk menyatakan siswa memiliki prilaku tegas, jujur, berani bertindak, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan sopan.

Kegiatan PkM dilaksanakan di Aula SMKN 10 Makassar pada tanggal 12 September 2019. Peserta yang ikut sebanyak 30 siswa dari perwakilan dari berbagai kelas.

Pelatihan dimulai dengan pembukaan kegiatan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 10 Makassar  didampingi Guru Bimbingan dan Konseling. Kemudian dilanjutkan kegiatan pelatihan kepada seluruh siswa. Siswa sebagai peserta Peserta dilatih materi terkait penjelasan pentingnya memiliki sikap dan sifat Assertif sebagai pelajar, materi dijelaskan  mulai dari konsep dasar assertif training, menfaat bersikap asertif, serta berbagai hal yang harus dimiliki siswa dalam bersikap asertfi, kemudia dilanjutkan materi Komunikasi Seep Up, bermain peran, berani mengatakan tidak. Di sesi terakhir kegiatan peserta dilatih bersikap tegas, berani mengatakan tidak dan metode berkomunikasi.

Antusias Siswa sebagai peserta dalam materi pelatihan dapat tergambarkan dari umpan balik pertanyaan peserta, yang inginmengetahui lebih banyak lagi contoh-contoh menarik dalam menumbuhkan pribadi yang sertif, dan tidak mudah ikut ikutan pada siswa yang lain. Kemudian disaat praktek spek up atau teknik komunikasi, serta praktek bermain peran yang memberikan tema siswa berani menolak pada teman yang mengajak kepada hal-hal yang buruk dan berani menghentikan ajakannya. Siswa yang ikut ini tentu akan menjadi harapan sekolah dalam menebarkan metodedan cara agar tidak mudah di pengaruhi, danberani mengatakan tidak ketika ada ajakan yang tidak benar serta akan melaporkan kepada guru atas kejadian yang salah dilingkungan sekolah. Gambaran praktek ini dapat menjadi modal bagi Siswa dalam mengembangkan kepribadiannya kearah yang lebih baik, dan Guru BK dalam menjadikan mereka sebagai contoh dalam meneladani siswa yang lain. Tentunya Guru BK harus tetap mendampingi siswa ini agar tetapdapat mempertahankan sikap dan sifat aseertif yang telah dimiliki siswa setelah latihan. Guru BK dapat melanjutkan kembali latihan ketegasan ini dalam layanan konseling yang lain, baik konseling kelompok, individu maupun bimbingan kelompok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *